HUD Setelah Nabi Nuh a.s. wafat, keturunannya mulai ingkar kepada Allah Swt. Maka Allah Swt. mengutus seorang nabi yang bernama Hud ke tengah-tengah mereka. Hud sendiri masih termasuk keturunan Nuh. Ia adalah putra Sam bin Nuh. Ia diutus Allah Swt. untuk berdakwah kepada kaum Ad, namun dakwahnya ditolak oleh kaumnya dan mereka tetap saja kufur serta musyrik. Karena itu, Hud berdoa agar Allah Swt. menimpakan azab kepada kaumnya itu. Sebelum malapetaka dari Allah Swt. turun, Hud dan 17 orang pengikutnya diperintahkan oleh Allah Swt. untuk menyelamatkan diri ke Hadramaut. Nama Nabi Hud disebut tujuh kali dalam Al-Qur'an. Kisahnya antara lain terdapat pada surah Hud ayat 50-60 dan surah asy-Syu'ara ayat 123-140.
AHQAF
Kaum A'd

AZAB
Allah Swt. menurunkan azab-Nya kepada kaum Ad dalam dua tahap. Pertama, negeri Ahqaf dilanda kemarau panjang. Saat kaum Ad merasa cemas, Hud mengingatkan mereka bahwa kekeringan itu merupakan awal azab Allah Swt. Namun kaum Ad tetap tidak mempercayainya. Lalu datang azab kedua berupa gumpalan awan tebal. Kaum Ad mengira bahwa hujan akan segera turun membasahi tanah yang telah lama kering. Namun perkiraan mereka saIah. ternyata yang datang justru angin yang sangat dingin dan kencang. LOKASI MAKAM Menurut Abu Hurairah, seperti diriwayatkan Imam Bukhari, Hud meninggal pada usia 472 tahun. Ia dikuburkan di sebelah timur Hadramaut. Namun orang-orang Palestina berpendapat bahwa makam Nabi Hud terdapat di Palestina. Adapun menurut Ali bin Abi Thalib, Hud dimakamkan di bukit pasir merah yang masuk dalam wilayah Hadramaut.